Nama : Siti Nurbaiti
NPM :
18113578
Pengertian Manusia Sebagai Makhluk
Sosial dan Budaya
1.Hakikat/Pengertian Manusia
sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk
sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan akal dan pikiran
yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia
sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.
Manusia sejak lahir sampai mati selalu
hidup dalam masyarakat, tidak mungkin manusia tidak bermasyarakat. Aristoteles
mengatakan: bahwa makhluk hidup yang tidak hidup dalam masyarakat ialah sebagai
seorang malaikat atau seorang hewan. Dorongan masyarakat yang dibina sejak
lahir akan selalu menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan
sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Tanpa bantuan
manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan
bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau
bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Manusia dikatakan
makhluk sosial karena :
1)
Manusia
tunduk pada aturan, norma sosial.
2) Perilaku manusia
mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
3) Manusia memiliki
kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
4) Potensi manusia akan
berkembang bila manusia hidup ditengah-tengah manusia
Manusia
meskipun mempunyai bakat dan kemampuan, namun bakat tersebut tidak dapat
berkembang, Itulah sebabnya manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Di
samping adanya hasrat-hasrat atau golongan instingtif pada manusia, Interaksi
sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok
sosial, dan masyarakat. Interaksi adalah proses di mana orang-orang
berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Seperti
kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari
hubungan satu dengan yang lain. Interaksi sosial antar individu terjadi jika
dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegur,
berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi.
Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi social masih
terdapat factor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat.
Faktor-faktor itu adalah:
1) Adanya
dorongan seksual, yaitu dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan atau
jenisnya.
2) Adanya kenyataan bahwa manusia adalah serba
tidak bisa atau sebagai makhluk lemah.karena itu ia selalu mendesak atau
menarik kekutan bersama, yang terdapat dalam perserikatan dengan orang lain.
3) Karena
terjadinya habit pada tiap-tiap diri manusia. Manusia bermasyarakat karena ia
telah biasa mendapat bantuan yang berfaedah yang diterimanya sejak kecil dari
lingkungannya.
4) Adanya
kesamaan keturunan, kesamaan territorial, nasib, keyakinan/cita-cita,
kebudayaan, dan lain-lain. Secara alamiah manusia berinteraksi dengan
lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan
tersebut.
5) Perlakuan
manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap
kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu
memelihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan
ditingkatkan. Bagaimana manusia mensikapi dan mengelola lingkungannya pada
akhirnya akan mewujudkan pola-pola peradaban dan kebudayaan.
Bentuk
dan Pola Sosialisasi
·
Bentuk-bentuk Sosialisasi Sosialisasi merupakan
suatu proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Dalam kaitan inilah para
pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk proses sosialisasi seperti sosialisasi
setelah masa kanak-kanak, pendidikan sepanjang hidup, atau pendidikan
berkesinambungan.
·
Pola-pola
Sosialisasi Pada dasarrnya kita mengenal dua pola sosialisasi, yaitu pola
represi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Dan pola
partisipatori yabg merupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan manakala
berperilaku baik dan anak menjadi pusat sosialisasi.
·
Masyarakat dan Komunitas Masyarakat itu
merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakuakn antar hubungan,
sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta
telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama.
Unsur-unsur masyarakat yaitu: kumpulan orang, sudah terbentuk dengan lama,
sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri, memiliki kepercayaan,
sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama.
2. Hakikat/Pengertian
Manusia sebagai Makhluk Budaya
Manusia sebagai makhluk berbudaya tidak
lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk
menciptakan kebahagiaan. Karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakekatnya
adalah sesuatu yang baik, benar, dan adil, maka hanya manusia yang selalu
berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran, dan keadilan sajalah yang berhak
menyandang gelar “Manusia Berbudaya”. Budaya adalah suatu pola dari
asumsi-asumsi dasar (keyakinan dan harapan) yang ditemukan ataupun dikembangkan
oleh suatu kelompok tertentu dari organisasi, dan kemudian menjadi acuan
dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan adaptasi keluar
dan integrasi internal, dan karena dalam kurun waktu tertentu telah
berjalan atau bekerja dengan baik, maka dipandang sah, akhirnya kebudayaan
dibakukan bahwa setiap anggota organisasi harus menerimanya sebagai cara
yang tepat dalam pendekatan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi.
Sedangkan kebudayaan yaitu
sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu
sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia.
Pengaruh manusia dan
kebudayaannya dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai
dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan
satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta
maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa
keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Budaya yang dikembangkan oleh
manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang.
Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak
dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan
seseorang dapat mengetahui, mengapa di sebuah lingkungan tertentu akan berbeda
kebiasaanya dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda
pula.
1.
Kebudayaan
itu hanya dimiliki oleh umat manusia.
2.
Kebudayaan
itu tidak diturunkan secara biologis melainkan diperoleh melalui proses
belajar.
3.
kebudayaan
itu didapat, didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Kesimpulan/Pendapat
Menurut
Pendapat saya Manusia sebagai Makhluk Sosial budaya adalah sekelompok
masyarakat yang bekerja secara bersama-sama dan saling mendukung untuk mencapai
tujuan hidup dalam bermasyarakat. SOSIAL & BUDAYA sangat erat hubungan
keduanya, Yaitu dengan berInteraksi dengan orang lain adalah hal yang mendasar
sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Budaya
yang juga berarti keseluruhan dari unsur-unsur tata nilai, tata sosial, dan
tata laku manusia yang saling berkaitan dan bekerja sama saling mendukung untuk
mencapai tujuan hidup bersama. Maka masyarakat sosial dan kebudayaan adalah dua
hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan
tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya.
Dengan Berbudaya maka manusia
dapat berperilaku Sopan santun dalam bermasyarakat yang sangat penting dimana
pun atau dengan siapa pun kita bersosialisasi. Dengan norma-norma budaya
yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan
wilayah tertentu yang pantas kita lakukan dalam menjalani interaksi sosial. Maka
hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib
sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu manusia dapat dikatakan sebagai makhluk
social dan berbudaya.
Nama : Siti Nurbaiti
NPM
: 18113578


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !